Penulis: Priyo Budi Santoso
Temanggung, Beritasatu.com – Presiden Prabowo Subianto memacu digitalisasi pendidikan melalui penyediaan papan tulis pintar (smart board). Inisiatif ini merupakan strategi kunci revitalisasi sekolah untuk membangun sumber daya manusia unggul menuju target Indonesia Emas 2045.
Manfaat program ini telah dirasakan di berbagai daerah, termasuk di SD Negeri Wanutengah, Kecamatan Bulu, Kabupaten Temanggung, Jawa Tengah.
Kepala SD Negeri Wanutengah Hartatik Ida Setiyani mengatakan, kehadiran papan tulis pintar telah mengubah suasana kelas secara drastis, menjadikan proses pembelajaran lebih interaktif dan menarik minat siswa.
“Kalau manual, kadang anak-anak kurang tertarik karena tidak ada gambar dan warna. Dengan smart board, tampilannya lebih menarik sehingga anak-anak lebih antusias,” kata Hartatik di Temanggung, Sabtu (13/12/2025).
Menurut Hartatik, perangkat digital ini sangat membantu guru dalam menyampaikan materi pelajaran. Proses belajar kini lebih menarik karena dilengkapi visual, warna, dan gambar yang memudahkan siswa memahami konsep pelajaran. Penggunaan smart board sendiri relatif mudah, hampir sama dengan mengoperasikan ponsel atau laptop, meskipun guru sempat mendapatkan pendampingan teknisi.
“Anak-anak SD sangat senang karena tampilannya menarik dan berwarna. Ini membuat mereka lebih bersemangat mengikuti pelajaran,” tambahnya sembari membandingkan dengan metode konvensional menggunakan kapur tulis.
Pada sisi lain, Kepala Dinas Pendidikan, Kepemudaan, dan Olahraga (Dindikpora) Kabupaten Temanggung Agus Sujarwo mengonfirmasi, pemerintah pusat telah menyalurkan smart board ke berbagai jenjang pendidikan. Hingga November 2025, Kabupaten Temanggung total telah menerima 708 unit perangkat.
Agus memerinci, perangkat smart board telah didistribusikan ke hampir seluruh jenjang. Sebanyak 434 sekolah negeri dan swasta di jenjang SD hampir seluruhnya telah mendapatkan bantuan. Sementara di jenjang SMP, dari 86 sekolah, semua telah menerima perangkat kecuali satu sekolah baru. Untuk jenjang TK/PAUD, dari 636 lembaga, baru 188 unit smart board yang diterima.
“Pemberian saat ini masih satu sekolah satu perangkat, belum satu kelas satu perangkat. Harapan kami ke depan setiap kelas bisa memiliki papan tulis pintar,” ujar Agus.
Agus menjelaskan, perangkat ini sangat membantu proses pembelajaran karena dilengkapi aplikasi pembelajaran, media ajar visual, fitur interaktif, hingga pengenalan coding. Di jenjang SMP, perangkat yang baru didistribusikan akhir November akan mulai aktif digunakan setelah libur semester.
“Smart board memudahkan guru menyampaikan materi karena bahan ajar sudah terinstal. Selain bisa digunakan seperti komputer, perangkat ini juga bisa dipakai menulis manual. Misalnya membuat gambar lingkaran dalam pelajaran matematika, hasilnya bisa langsung sempurna,” tutupnya.